<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6031152544402979331</id><updated>2011-07-30T21:00:07.316-07:00</updated><title type='text'>Alfin Nur Iman</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>selamat datang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05927130015157424863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6031152544402979331.post-205841807846923844</id><published>2009-10-16T01:14:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T01:15:49.943-07:00</updated><title type='text'>Ultah KUANSING yang ke-10</title><content type='html'>Masa Jaya Kuansing yang ke-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat 12 Okober 2009 kemarin,Kabupaten Kuantan Singingi sudah merayakan hari ulang tahunnya tepat yang ke-10. Acara itu dilaksanakan di Lapangan Limono Teluk Kuantan. Dihadiri oleh Para pendiri Kabupaten Kuantan Singingi,para pejabat tinggi,para pelajar,alat keamanan negara yaitu polisi,abri dan kawan-kawannya serta masyarakat setempat yang di undang.  &lt;br /&gt;Kira-kira pukul 08.10 WIB,upacara tersebut dimulai. Diiringi dengan tabuhan dramben,bunyi terompet,dan alat musik lainnya sehingga membuat suasana semakin mengharukan mengingat ulang tahunnya yang ke-10.&lt;br /&gt;Inspiktur upacara olah Bapak H.Sukarmis,membacakan Visi dan Misi Kabupaten Kuantan Singingi di depan para undangan dengan penuh percaya diri. Ia yakin,bahwa visi dan isi itu akan tercapai bila pendiri dan masyarakatya saling mendukung atas program yang di aplikasikan.&lt;br /&gt;Mengurangi kemiskinan,meningkatkan pertumbuhan ekonomi,SDA dan SDM,memajukan pendidikan yang saat ini semakin kuat saingannya,itulah bagian dari misi-misinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah Kuansing yang permai&lt;br /&gt;  Sepermai hijau rumput di lautan gurun&lt;br /&gt;    Membentang luas diatas kesuburan&lt;br /&gt;      Kaulah negriku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6031152544402979331-205841807846923844?l=alfinnuriman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/feeds/205841807846923844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/10/ultah-kuansing-yang-ke-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/205841807846923844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/205841807846923844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/10/ultah-kuansing-yang-ke-10.html' title='Ultah KUANSING yang ke-10'/><author><name>selamat datang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05927130015157424863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6031152544402979331.post-7401940073230356069</id><published>2009-10-09T16:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T16:27:06.951-07:00</updated><title type='text'>Tugas Seni</title><content type='html'>Question of Art of Culture&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengapa gestur menjadi alat yang terpenting dalam sebuah penampilan teater?&lt;br /&gt;2. Bagaimana sang sutradra melakukan casting yang baik? Berikan alasanmu!&lt;br /&gt;3. Selama ini teater hanya dipentaskan di gedung pertunjukan,studio,jalan,dan lain-lain. Bagaimana menurut Anda jika teater itu dipentaskan di tengah sungai yang luas,menarik atau tidak? Beri alasnmu!&lt;br /&gt;4. Apa yang harus dilakukan pemain setelah menghafal naskah?&lt;br /&gt;5. Sebutkan lima keterampilan teknis dalam pensiptaan teater!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karena gestur merupakan ekspresi wajah dan sikap tubuh. Tanpa gestur,teater tidak akan hidup.&lt;br /&gt;2. Dengan cara Reading dan Kompetisi. Agar sutradara dapat mengetahui &lt;br /&gt;pemain yang sesuai dengan karakter tokoh.&lt;br /&gt;3. Menarik. Namun faktor keselamatan bagi panggung dan penonton tidak bisa di jamin baik. &lt;br /&gt;4. Latihan bloking.&lt;br /&gt;5. a. keterampilan teknis melatih akting,&lt;br /&gt;b. keterampilan teknis melatih artistik,&lt;br /&gt;c. keterampilan teknis merakit bahan,&lt;br /&gt;d. keterampilan teknis menata adegan,dan&lt;br /&gt;e. keterampilan teknis manajerial&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6031152544402979331-7401940073230356069?l=alfinnuriman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/feeds/7401940073230356069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/10/tugas-seni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/7401940073230356069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/7401940073230356069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/10/tugas-seni.html' title='Tugas Seni'/><author><name>selamat datang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05927130015157424863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6031152544402979331.post-5252673083514025173</id><published>2009-10-06T05:59:00.001-07:00</published><updated>2009-10-07T06:47:12.852-07:00</updated><title type='text'>Earthquake</title><content type='html'>GEMPA SUMBAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku,gempa terjadi lagi. Pada 30 September 2009 gempa berkekuatan 7,6 SK mengguncang Padang Sumatra barat. Episentrum { pusat gampa }berada pada koordinat 00.8 LS;99,65 BT pada kedalaman 57 Km Pariaman Sumbar tepat pukul 17:16 WIB.&lt;br /&gt;Gempa tersebut terasa hampir di sejumlah tempat di Sumbar sampai Sumut bahkan hingga ke Pekanbaru-Riau.&lt;br /&gt;Laporan dari Gledy wartawan Metro TV mengatakan bahwa gempa tersebut sempat membuat tempat atau gedung-gedung perkantoran yang tingkat tinggi dan juga pusat perbelanjaan di Medan Sumatra Utara juga sempat tergoncang sedikit dan juga masyarakat yang ada di dalam berhamburan keluar. Ada yang keluar melalui tangga darurat saat berada di lantai sembilan perkantoran.&lt;br /&gt;Seorang karyawan Bank Danamon di Medan mengatakan bahwa lama gempa sekitar sepuluh menitan. Gampa tersebut tidak merusak gedung-gedung dan pusat-pusat perkantoran di Medan Sumatra Utara. Namun di Medan,ada gedung-gedung yang roboh.&lt;br /&gt;Hmmmm,bencana memang tak bisa di tolak. Itu adalah ketentuan dari-Nya. Ia telah memberikan yang terbaik. Sekarang,saatnya untuk menyadari akan kebesaran Allah. Bukan malah lari dari kenyataan yang ada. &lt;br /&gt;Saudaraku,tabahkan hatimu. Ini adalah yang terbaik. Kami akan selalu berdoa untukmu. Agar di akhirat nanti kita bisa bertemu. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Berita Metro&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6031152544402979331-5252673083514025173?l=alfinnuriman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/feeds/5252673083514025173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/10/gempa-sumbar-wahai-saudarakugempa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/5252673083514025173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/5252673083514025173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/10/gempa-sumbar-wahai-saudarakugempa.html' title='Earthquake'/><author><name>selamat datang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05927130015157424863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6031152544402979331.post-989060224233285859</id><published>2009-10-02T01:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T01:14:04.553-07:00</updated><title type='text'>Kedatangan Bupati Ke SMA PINTAR</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNADZAR%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNADZAR%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNADZAR%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tepat pada 10 september 2009 suasana gembira menyalimuti hati seluruh siswa-siswi dan guru-guru SMA PINTAR. Mereka gembira karena Bpk H.Sukarmis selaku Bupati Kabupaten Kuantan Singingi hadir untuk memeriahkan acara“Buka Bareng”. Ini adalah kedatangaya untuk yang ketiga kalinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semua murid dan guru menyambutnya dengan suka cita. Mulai dari gerbang masuk sekolah hingga ke pedopo kecil. Jabat tangan,senyuman,dan jepretan kamera menghampiri Bpk H.Sukarmis di setiap langkahnya. Sungguh suasana yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengharukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebelum berbuka kami berfoto bersama. Dengan baju hijau,kopiah dan celana hitam,serta sal yang dikalungkannya membuat ia tampak berwibawa. Benar-benar sosok pemimpin yang wajib dicontoh keteladanannya. Sebab ia benar-benar berani mengambil langkah maju menuju kesuksesan dengan jalan yang luar biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat buka menjelang,kami segera membaca doa dan langsung berbuka. Sugguh suasana yang membahagiakan di bulan suci ramadhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbuk bersama pemimpin yang memiliki kepedulian yng tinggi terhadap pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selesai berbuka,kami segera shalat magrib berjamaah. Selesai magrib kami langsung makan. Usai makan,adzan pun berkumadang. Kami segera shalat isya’ bejamaah. Shalat dipimpin oleh ustadz ......... . Shalat bejalan khusuk mulai isya’,terawih,hingga witir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6031152544402979331-989060224233285859?l=alfinnuriman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/feeds/989060224233285859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/10/kedatangan-bupati-ke-sma-pintar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/989060224233285859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/989060224233285859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/10/kedatangan-bupati-ke-sma-pintar.html' title='Kedatangan Bupati Ke SMA PINTAR'/><author><name>selamat datang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05927130015157424863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6031152544402979331.post-6754324945518969051</id><published>2009-09-15T23:49:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T23:50:11.406-07:00</updated><title type='text'>Teater Tradisional Sundur</title><content type='html'>Teater Tradisional Sandur Yang Hampir Punah Dipentaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bojonegoro, (ANTARA News)- Teater tradisionil Sandur, asal Desa Ledokkulon, Kecamatan Kota, Bojonegoro Jawa Timur, yang sejak lama tidak pernah dimainkan, Selasa (24/6) malam, dipentaskan di lapangan Perak di kota asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan teater Sandur oleh satu-satunya kelompok teater itu yang kini ada di Bojonegoro tersebut atas prakarsa Musyawarah Guru Mata Pelajaran Seni Budaya se Kabupaten Bojonegoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pementasan ini sebagai upaya melestarikan budaya lokal sesuai kurikulum, sekaligus mengangkat teater Sandur di Bojonegoro yang hampir punah, " kata Ketua Panitia Penyelenggara Zaenal Bahrain S di sela-sela acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan teater Sandur tersebut disaksikan para guru Seni Budaya di Bojonegoro, juga masyarakat di sekitar lokasi pementasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Sandur, dengan jumlah sekitar 25 pemain, mulai tokoh utama, penabuh gamelan, juga pelaku atraksi jaran kepang dan kalongking, mengambarkan pesta rakyat merayakan panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui terpisah, praktisi teater Sandur, Pramujito menjelaskan selama ini penampilan teater Sandur hanya sebatas untuk apresiasi, tidak pernah ada yang ditanggap masyarakat. Itupun rata-rata setahun hanya sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk tahun 2008 ya baru sekali ini, " katanya. Menurut dia, tokoh teater Sandur di Bojonegoro hanya satu yakni Mbah Kadi yang sekarang memimpin Sandur Ledokkulon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teater Sandur menampilkan empat tokoh utama, yakni Germo, Balong, Petak dan Tangsil. Pementasan Sandur biasanya dimulai pukul 20.00 WIB hingga menjelang Subuh. Kali ini pementasan berdurasi sekitar tiga jam.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6031152544402979331-6754324945518969051?l=alfinnuriman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/feeds/6754324945518969051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/09/teater-tradisional-sundur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/6754324945518969051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/6754324945518969051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/09/teater-tradisional-sundur.html' title='Teater Tradisional Sundur'/><author><name>selamat datang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05927130015157424863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6031152544402979331.post-7666912057793845058</id><published>2009-09-15T23:05:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T23:11:32.718-07:00</updated><title type='text'>Jatim dalam Teater Modernnya</title><content type='html'>&lt;p&gt;Teater Modern Jatim&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Telah satu abad lebih masyarakat Jatim telah mengenal teater modern. Akan tetapi, masyarakat Jatim juga para kreator teater-nya gagal mempertahankan tradisi teater modern yang telah dibangun sejak tahun 1891 oleh August Maheiu dengan nama Komedi Stamboel dan kemudian dilanjutkan dengan Dardanella pada tahun 1926.&lt;br /&gt;Dardanella semula bernama The Malay Opera yang diprakarsai oleh Willy Klimanoff, anak pemain sirkus terkemuka A. Klimanoff kelahiran Rusia. Willy Klimanoff hijrah ke Indonesia sepeninggalan ayahnya. Dengan penguasaan teknik akrobatik Willy Klimanoff mendapat pekerjaan di Komedi Stamboel, kemudian mengganti namanya dengan A. Pedro.&lt;br /&gt;Dalam bentuk pertunjukan atau infra strukturnya, A. Pedro banyak melakukan perombakan secara revolusioner sebagaimana sistem pertunjukan yang telah terkonsep oleh Komedi Stamboel dalam tradisi lakon dan tonilnya. Pedro melakukan perombakan radikal tradisi komedi bangsawan pendahulunya. Jika dalam Komedi Stamboel diantara pergantian adegan diisi atau diselingi dengan tarian-tarian dan lelucon untuk kepentingan hiburan, maka A. Pedro menghilangkan nuansa-nuansa lelucon dan tarian. Dardanella lebih menfokuskan pada bentuk pertunjukan drama murni. Dardanella mementingkan esensi dramatik, kekuatan cerita dan permainan aktor-aktornya, meskipun selingan tarian tetap ada namun masih berada dalam satu keutuhan pementasan, dengan lain kata, tari-tarian menjadi bagian dari alur cerita dan adegan.&lt;br /&gt;Pengaruh Dardanella terhadap perkembangan teater modern Indonesia sangat besar. Seiring dengan kemajuan dardanella banyak bermunculan teater-teater lain yang diprakarsai oleh bekas sri panggung dan anggota dardanella sendiri. Seperti Bolero, Orion yang didirikan Miss ribort, dan Tjahaya Timoer yang didirikan Andjar Asmara. Andjar Asmara sewaktu menjadi anggota Dardanella menjabat sebagai tangan kanan A. Pedro. Andjar Asmara juga melakukan perombakan dalam sistem managerial dan sistem modernisasi dalam teknik tata panggung. Bahkan dampak dari kemajuan Dardanella sampai ke Jakarta, dengan didirikannya “teater Maya” yang diketuai oleh Usmar Ismail pada tanggal 27 Mei 1944.&lt;br /&gt;Munculnya teater-teater kecil tersebut sebagai antitesis dari keberhasilan Dardanella dan juga sebagai proses eksperimental terhadap tema dan bentuk pementasan yang konvensional.&lt;/p&gt; TUNTUTAN SEJARAH&lt;br /&gt;Komedi Stamboel dan Dardanella yang lahir di Jawa Timur yakni Surabaya dan Sidoarjo merupakan pelopor gerakan pementasan teater modern di Indonesia, bahkan secara tidak langsung memberikan dampak yang begitu besar terhadap teater di tanahair nantinya.&lt;br /&gt;Semangat modernitas yang dibangun oleh Dardanella terlihat dalam setiap pertunjukannnya telah memakai scrip atau naskah, pengadaan properti, kostum, make-up, juga melakukan pementasan yang utuh, artinya, teater Dardanella menghilangkan konvensi-konvensi lelucon dan tarian-tarian yang memberikan kesenangan lebih pada penonton. Dardanella melalui A. Pedro dan Andjar Asmara telah melakukan sistem manajerial pertunjukan secara profesional yang merupakan supra struktural dari suartu pertunjukan. Hal ini yang merupakan ciri dari teater modern dengan semangat realisme.&lt;br /&gt;Realisme yang dimaksud ialah melihat peristiwa sehari-hari yang dialami setiap saat (ilusi kenyataan), sebuah pementasan bukan bukanlah sekedar menyajikan cerita, tetapi ada pesonanya, yakni yang seakan-akan bersungguh-sungguh, suatu permainan yang menimbulkan rangsangan pikiran bahwa yang terjadi di panggung bisa pula terjadi pada penonton.&lt;br /&gt;Konsepsi estetika realisme yakni semangat impresionis. Tidak tidak menggubris lagi pesan-pesan sejarah, kitab suci, tetapi langsung memberikan kesan tentang persoalan-persoalan pokok-nya. Konsepsi realisme ingin menohok konsepsi romantisisme yang cenderung menjadikan kehidupan seperti mimpi. Dalam hal ini peentasan Dardanella tidak lagi menampilkan epos-ramayana yang merupakan model pementasan tradisional, akan tetapi Dardanella lebih banyak memainkan naskah-naskah yang sedang terjadi pada masyarakat sekitar. Misalnya dengan mementaskan naskah Nyai Dasima dan Kalibrantasi.&lt;br /&gt;Dardanella dengan demikian sadar akan posisi dan konteks sosial dalam masyarakatnya, Dardanella mengapresiasi material dan mengekspresikan kultur lokal dengan perspektif modern.&lt;br /&gt;Sedangkan pada dekade dewasa ini, kreator dan pekerja seni teater Jatim telah gagal mewarisi dan mempertahankan tradisi teater modern yang telah dibangun Komedi Stamboel dan Dardanella. Kegagalan pekerja teater Jatim lebih pada sikap kritis, mentalitas, spirit dan intelektualitas. Artinya, pekerja teater Jatim bersifat sebagai pekerja bukannya seseorang atau kelompok yang memiliki daya pikir kritis terhadap fenomena kultural, kepekaan terhadap konteks sosial dibelakang teks realitas.&lt;br /&gt;Dalam beberapa pertunjukan terakhir teater-teater Jatim di Surabaya, pekerja teater Jatim mengesampingkan problematik perspektif kritis massa. Pertunjukan teater Jatim hanya bersifat momentum, temporal dan gegabah mencermati fenomena sosialnya. Dalam hal ini, pekerja teater Jatim khusunya Surabaya tidak mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan mental masyarakatnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Surabaya merupakan kota ‘metropolis’ dimana kriminalitas, kekerasan, urban, ketimpangan sosial, tata kota, pendidikan, perdagangan dsb, adalah suatu problematik yang sering kali dijumpai. Dengan lain kata, pertunjukan-pertunjukan yang ditampilkan pekerja teater Jatim kurang kritis mengklarifikasi problematik. Eksperimentasi dan eksplorasi yang dilakukan para pekerja teater Jatim lebih pada bentuk belaka, tidak menyentuh esensi dan fenomena masyarakatnya atau dengan lain kata minimnya proses kontenplatif, bukannya bermewah-mewah dengan bentuk pertunjukan, baik secara infra stuktural maupun supra strukturalnya, namun minim ide dan gagasan serta gagal menyampaikan dan mengkomunikasikan kegelisahan kultural Jatimnya.&lt;br /&gt;Fenomena yang tak kalah memalukan pekerja teater Jatim ialah, para kritikus teater Indonesia, seperti Jim Lim, Zaini KM, Umar Kayam, Putu Wijaya, Nano Riantiarno, Rendra, Afrizal Malna, Bagdi Sumanto, Hanindawan, Nursahid, Sapardi Djoko Damono, Gunawan moehammad dll dalam beberapa tulisan, pembabagan, referensi-referensi dan data tentang teater modern Indonesia, Surabaya dan Jatim pada umumnya tidak pernah dicatat keberadaannya. Entah karena secara kualitas teater Jatim tidas layak, atau memang di Jatim tidak ada kritikus teater yang berkualitas sehingga dapat mengangkat nama teater Jatim. Secara logika sederhana, seharusnya teater modern Indonesia maju dan terus berkembang di Jatim, dimana pewarisan tradisi teater modern pertama kali diletakkan, bukannya di Solo, Bandung, Yogyakarta dan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber    = Ahmad Faisal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6031152544402979331-7666912057793845058?l=alfinnuriman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/feeds/7666912057793845058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/09/jatim-dalam-teater-modernnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/7666912057793845058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/7666912057793845058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/09/jatim-dalam-teater-modernnya.html' title='Jatim dalam Teater Modernnya'/><author><name>selamat datang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05927130015157424863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6031152544402979331.post-3714000750969286614</id><published>2009-09-15T20:38:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T21:30:54.384-07:00</updated><title type='text'>Malaysia Klaim Budaya dan Pulau Indonesia</title><content type='html'>Nama    = Alfin Nur Iman&lt;br /&gt;Kelas    = XI IPA 1&lt;br /&gt;BD        = Art of Culture&lt;br /&gt;GBS      = Ronaldo Rozalino S.Sn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Malaysia Hantam Budaya Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;    Malaysia,negara kerajaan yang diakui kesantunannya ternyata malah membuat onar dimata dunia. Baru-baru ini mereka mengklaim budaya Indonesia yaitu  Tari Pendet dari Bali sekaligus Pulau Jamur yang berada diwilayah perairan Indonesia tepatnya di perairan Kepulauan Riau.  Mereka mengklaim  Pulau Jamur  melalui internet.  Mereka menjadikan Pulau  tersebut sebagai tempat  wisata.&lt;br /&gt;    Sebagai warga negara Indonesia kami tidak menerima hal itu. Itu sama saja bagian dari penjajahan,ya.... penjajahan,penjajahan terhadap pulau milik negara Indonesia. Pulau yang diakui keberadaannya dan juga keindahannya.&lt;br /&gt;    Wajar jika mereka iri terhadap keindahan alam Indonesia ini,terutama terhadap pulaunya. Coba ingat,pulau apa saja yang sudah berhasil mereka ambil? Ligitan dan Sipadan bukan? Setelah itu mereka ingin mengambil Pulau  Ambalat,namun apa yang terjadi?  Mereka gagal.  Berkat  kegigihan dan perjuangan  rakyat Indonesia pada saat itu,terutama  pemuda Indonesia dan  pemerintah yang  bersi keras  untuk  mempertahankannya.  Terima kasih  Indonesia.........&lt;br /&gt;    Sekarang,mari kita jaga kelestarian pulau-pulau dan Kebudayaan Indonesia agar tetap terpatri dalam jantung Indonesia. Diantaranya dengan  mematenkan pulau,tradisi,maupun alat-alat musik yang sudah lama lahir dari bumi pertiwi ini.&lt;br /&gt;    "Wahai pemuda Indonesia,engkau dilahirkan di bumi pertiwi ini dalam keadaan selamat. Kau telah menghirup udara kemerdekaan pada saat itu.Sekarang,mari kita bangun semangat kesatuan dan persatuan Indonesia. Semangat untuk tetap menjaga kelestarian pulau dan budaya Indonesia."&lt;br /&gt;    "Hai Malaysia,urus saja dirimu sendiri,jangan menjadi parasit. Buktikan di mata dunia bahwa negara kalian adalah negara yang menghargai karya  anak bangsa.  Sekali lagi,urus dirimu sendiri..........!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6031152544402979331-3714000750969286614?l=alfinnuriman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/feeds/3714000750969286614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/09/malaysia-klaim-budaya-dan-pulau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/3714000750969286614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/3714000750969286614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/09/malaysia-klaim-budaya-dan-pulau.html' title='Malaysia Klaim Budaya dan Pulau Indonesia'/><author><name>selamat datang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05927130015157424863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6031152544402979331.post-4055737155353997236</id><published>2009-08-14T07:20:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T07:27:49.054-07:00</updated><title type='text'>Krisis Belum Usai, Pacu Jalur 2009 Kurang Meriah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_78Ufp92InFg/SoV0TilV-sI/AAAAAAAAAAU/I89U8fTzSV8/s1600-h/1247965398_b092643067.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_78Ufp92InFg/SoV0TilV-sI/AAAAAAAAAAU/I89U8fTzSV8/s320/1247965398_b092643067.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369826009758956226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;table class="artinfo_block" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;  &lt;td valign="middle"&gt;            &lt;span class="createdate"  style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Event&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Pacu Jalur di Batang (Sungai) Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari tingkat kunjungan masyarakat, antusias pedagang tempatan, maupun partisipasi peserta pacu jalur. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Menurut Pengamat Budaya Kuansing, Said Mustafa Husein, Pacu Jalur yang digelar 6-9 Agustus 2009, memang terjadi penurunan peserta dibanding sebelumnya. Tahun  lalu, peserta mencapai 196 jalur atau 9.800 anak jalur (orang yang menjalankan jalur). Tapi tahun ini hanya dikuti 136 jalur dan 6.850 anak jalur. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;”Memang tak dapat dipastikan penyebab lunturnya atusias masyarakat, peserta dan pengunjung Pacu Jalur tahun ini. Tetapi masyarakat Kuansing mengakui kurangnya peminat karena dipengaruhi faktor ekonomi yang menurun pasca krisis global,” paparnya kepada &lt;em&gt;riaubisnis.com&lt;/em&gt;, Kamis (6/8/2009).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Sementara itu, kurang ramainya pedagang makanan khas Kuansing pada &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; tersebut, karena para pedagang makanan khas daerah tidak lagi boleh berjualan di Tepian Narosa. ”Itu berdasarkan  kebijakan Dinas Pasar Kuansing tentang larangan berjualan di Tepian Narosa yang dikeluarkan Bupati Kuansing beberapa bulan lalu,” ungkap Said. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Salah seorang anak jalur dari Kecamatan Kuantang Tengah yang tahun ini tidak ikut Pacu Jalur, Rudi (35) mengatakan, ketidak ikut sertaannya karena faktor ekonomi di desanya. Dimana, masyarakat di desanya sebagaian besar bermata pencarian petani sawit dan karet. ”Saat ini harga sawit dan karet masih anjlok,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Padahal, untuk mengikuti &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; tersebut membutuhkan biaya operasional minimal Rp 5 juta per jalur, dengan anggota 50 orang. Biaya tersebut tidak hanya untuk menghiasa jalur. Tetapi juga untuk konsumsi, suplemen dan sebagainya. Belum lagi biaya untuk mendatangkan pawang, minimal Rp 200 ribu per hari per pawang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;“Peserta pacu jalur berdasarkan utusan per desa, biasanya minimal satu desa satu jalur, tetapi juga disesuaikan dengan kemampuan desa. Jika kemampuan keuangan desa cukup bagus, maka bisa saja mengutus dua tau tiga jalur,” jelas Rudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Tahun ini, karena peserta lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, kemeriahannya pun berkurang. Bahkan, para pedagang makanan khas Kuansing, seperti pedagang lemang, juga mengeluhkan turunnya pendapatan mereka dibandingkan tahun lalu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Misda (29) misalnya, pedagang lemang yang biasa berjualan di Tepian Narosa setiap &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; Pacu Jalur, tahun ini hanya bisa berjualan di terminal yang jaraknya cukup jauh dari sungai. Sehingga, omzet yang tahun lalu bisa mencapai jutaan rupiah selama empat hari, kini dalam sehari dia hanya bisa menjual beberapa batang saja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;“Harga lemang Rp 15 ribu per batang, untuk hari ini saya baru menjual sekitar 13 batang lemang, begitu juga dengan pedagang lainnya. Sebab lokasi berjualan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kami jauh lokasi Pacu Jalur, ditambah banyak masyarakat yang tidak tahu lokasi baru ini,” keluhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Kepala Dinas Pasar Kuansing Muharliyus, ketika dikonfirmasi hal itu mengakui, memang ada penertiban di lokasi Paju Jalur. Dimana para pedagang dikonsentrasikan di terminal yang jaraknya cukup jauh dari lokasi Pacu Jalur. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;“Ini kita lakukan dalam rangka lebih menertibkan para pedagang yang cukup banyak setiap tahunnya. Untuk itu kita konsentrasikan di sebuah lokasi yang bisa dijangkau oleh pengunjung dan tidak menghambat pelaksanaan Pacu Jalur,” jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Gubernur Riau HM Rusli Zainal, saat membuka Pacu Jalur, Kamis (6/8/2009), &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; budaya tradisional ini sudah telah masuk dalam kalender pariwisata nasional perlu. Sehingga &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; ini perlu mendapat perhatian yang lebih baik lagi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;“Potensinya cukup bagus, jadi perlu kita kembangkan lagi. Sehingga bisa memberikan sumbangan besar bagi sektor kepariwisataan di Riau,” katanya. (*) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6031152544402979331-4055737155353997236?l=alfinnuriman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/feeds/4055737155353997236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/08/krisis-belum-usai-pacu-jalur-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/4055737155353997236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/4055737155353997236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/08/krisis-belum-usai-pacu-jalur-2009.html' title='Krisis Belum Usai, Pacu Jalur 2009 Kurang Meriah'/><author><name>selamat datang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05927130015157424863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_78Ufp92InFg/SoV0TilV-sI/AAAAAAAAAAU/I89U8fTzSV8/s72-c/1247965398_b092643067.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6031152544402979331.post-1884932310692976771</id><published>2009-05-23T22:59:00.001-07:00</published><updated>2009-05-24T00:07:42.013-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Musik Renaissance - Musik Modern</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGlobal.net%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGlobal.net%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:36.0pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	color:black;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:20;color:black;"  &gt;1. &lt;a href="http://www.warungmusik.net/ruang-kelas/35-sejarah-musik/119-musik-era-renaissance"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Musik Era Renaissance&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (1450 – 1600)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:20;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Musik era renaissance adalah musik diantara tahun 1400 sampai tahun 1600. Musik pada era ini disebut-sebut sebagai era yang sangat lemah dalam sejarah musik. Di era renaissance, vocal range dalam musik meningkat tajam. Hal ini menyebabkan kontras yang cukup besar dalam dunia musik. Karakteristik musik era renaissance adalah modal, yang juga merupakan lawan dari tonal. Namun, pada akhir era Renaissance, modal mulai tidak digunakan karena penggunaan root motions ke 5. Pada akhir era renaissance, modal pun berkembang menjadi tonal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Genre musik pada era ini sangatlah bervariasi. Genre yang sangat terkenal adalah mass, motet, madrigal spirituale, dan juga laude. Musik sekuler juga memainkan lagu dari satu ataupun banyak suara seperti frottola, chanson, dan madrigal. Genre musik vocal sekuler adalah madrigal, frottola, caccia, chanson, rondeau, virelai, begerette, ballade, musque mesuree, canzonetta, villancico, villanelle, villotta, dan juga lute song. Selain itu, masih ada juga genre-genre seperti toccata, prelude, ricercar, canzone, intabulation, basse dance, pavane, galliard, allemande, dan courante yang membuat musik era renaissance menjadi lebih semarak dan meriah. Pada akhir era renaissance, juga terdapat banyak lagu opera seperti monody, madrigal comedy, dan juga intermedio.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Instrumen musik yang digunakan pada era ini sangatlah bervariasi dan beberapa masih dipakai hingga saat ini. Secara garis besar, instrument musik pada era renaissance dapat dibagi menjadi brass, strings, perkusi, dan woodwind. Instrumen brass yang terkenal adalah slide trumpet, cornett, trumpet, dan sackbut. Alat musik string yang terkenal adalah viol, lyre, irish harp, dan hurdy gurdy. Alat musik perkusi yang terkenal adalah tamborin dan jew’s harp, yang sangat terkenal untuk melamar kekasih mereka pada era renaissance. Lalu alat musik woodwind atau alat musik tiup dari kayu yang terkenal adalah shawm, read pipe, hornpipe, bagpipe, panpipe, transverse flute, dan recorder. Bahkan recorder masih diajarkan di sekolah dasar hingga saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Era renaissance juga melahirkan composer-composer kenamaan eropa. Pada masa awal renaissance, ada composer ternama seperti Leonel Power, John Durstable, Giles Binchois, dan Guillaume Dufay. Nama-nama seperti Pierre de La Rue, Antoine de Fevin, Antonius Divitis, dan Cipriano de Rore dapat anda temukan di masa pertengahan renaissance. Lalu masih ada juga nama Johannes de Fossa, William Byrd, Tomas Luis de Victoria, Philippe Rogier, dan Carlo Gesualdo yang Berjaya di akhir era renaissance. Masih banyak lagi composer-composer kenamaan yang membuat era renaissance yang meskipun dikenal kurang produktif, namun berhasil membuat era tersebut menjadi awal dari musik modern yang sangat terkenal. Musik-musik era renaissance meskipun sangat kurang dalam hal kuantitasnya, namun sangat bagus dalam hal kualitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun kelebihan musik era renaissains,yaitu:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;1.Musik yang menjadi awal dari musik modern yang sangat terkenal.&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;2.Sangat bagus dalam hal kualitas.&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;            Sedangkan kekurangannya adalah:&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;1.Kurang dalam hal kuantitas.&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;2.Tidak terlalu terkenal karena musiknya hanya digunakan pada acara tertentu,misal,upacara gereja         pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:20;color:black;"  &gt;2. &lt;a href="http://www.warungmusik.net/ruang-kelas/35-sejarah-musik/115-musik-era-baroque"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Musik Era Baroque&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (1600 – 1750)&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Musik era baroque dimulai pada tahun 1600 dan berakhir pada tahun 1750. Ini adalah era dimana musik klasik eropa sangat Berjaya. Arti dari baroque sendiri adalah mutiara yang tidak berbentuk. Arti ini juga menggambarkan arsitektur musik pada era ini yang sangat abstrak. Dominasi dari musik klasik dalam era ini menyebabkan era baroque juga disebut sebagai era musik klasik eropa. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; composer terbaik dari dunia musik klasik eropa sangat berjaya di era ini. Sebut saja Claudio Monteverdi, Antonio Vivaldi, George Frideric Handel, Arcangelo Corelli, dan sang maestro musik klasik, Johann Sebastian Bach.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Era musik baroque dilihat sebagai era perkembangan fungsi tonal. Sangat banyak composer dan pemain musik yang berkejasama untuk memajukan musik. Mereka membuat perubahan di notasi musik dan juga menciptakan cara baru dalam memainkan instrument musik. Era musik baroque juga merupakan tonggak dari terciptanya dan diakuinya musik dalam opera. Banyak sekali teknik musik dan konsep musik dari era baroque masih dipakai hingga saat ini. Kebanyakan dari alat musik klasik seperti biola, dimainkan dengan sangat baik di era ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Gaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; musik baroque sangatlah terkenal hingga sekarang. Sebut saja &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Darmstadt&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; overtures dari Jerman, overtura dari Prancis , allemande dengan tempo sedang, courante dari Prancis, sarabande yang mempunyai beat antara 40 dan 66 per menit, dan gigue dari Inggris yang bisa dimulai dari segala beat. Lalu masih ada gavotte yang dimainkan dengan 4/4 dan selalu dimulai pada beat ke 3 dalam tangga musik. Gavotte biasanya dimainkan dengan tempo sedang, namun terkadang ada beberapa composer dan pemain yang lebih suka memainkannya dengan cepat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Selain itu, masih ada bourre yang mirip dengan gavotte. Namun, bourre dimainkan dengan 2/2 dan dimulai pada half yang kedua pada beat akhir di tangga nada. Hal ini dapat menciptakan perbedaan yang unik dalam musiknya. Biasanya bourre dimainkan di tempo sedang. Namun composer kenaman seperti George Frideric Handel memainkan bourre dengan tempo yang jauh lebih cepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Lalu, ada minuet yang merupakan baroque dances yang paling terkenal di triple meter. Minuet dimainkan di tempo sedang dan dapat dimulai di beat manapun dalam tangga nada. Kemudian, masih ada passepied yang sangat cepat dan sering dimainkan oleh George Frideric Handel dan Johann Sebastian Bach. Terakhir, ada rigaudon yang dimainkan di duple meter. Rigaudon diciptakan di Prancis tepatnya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Provence&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Lagu-lagu instrumental dari era baroque juga sangat banyak. Kita bisa menemukan concerto grosso, fugue, suite, sonata, partita, canzone dan sinfonia. Masih ada juga jenis instrumental seperti fantasia, ricercar, toccata, prelude, chaconne, passacaglia, chorale prelude, dan stylus fantasticus. Jenis musik instrumental dari era baroque terus dimainkan hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pada musik baroque,kedisiplinan sangat dipentingkan. Hal ini harus dilakukan demi keharmonisan musik yang dimainkan. Apabila memainkan musik dengan cepat,kedisplinan harus dijaga dan sesuai dengan skill yang dimiliki. Musik baroque adalah salah satu dari ke lima musik yang dimainkan dengan birama yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:20;color:black;"  &gt;3. &lt;a href="http://www.warungmusik.net/ruang-kelas/35-sejarah-musik/116-musik-era-klasik"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Musik Era Klasik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (1750 – 1820)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Musik era klasik dimulai dari tahun 1750 hingga tahun 1820. Era musik klasik terletak diantara era baroque dan era romantik. Banyak sekali composer-composer terhebat yang pernah ada di dunia musik hidup di era klasik. Sebut saja Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven. Lalu masih ada Luigi Boccherini, Muzio Clementi, Carl Phillipp Emanuel Bach, Johann Ladislaus Dussek, dan Cristoph Willibald Gluck. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pada masa transisi antara musik klasik dan romantic juga melahirkan banyak sekali composer kelas dunia. Nama-nama seperti Franz Schubert, Johann Nepomuk Hummel, Carl Maria von Webber, dan Luigi Cherubini. Bahkan Ludwig van Beethoven juga berkarir di era ini. Era musik klasik juga sering disebut sebagai era musik klasik Viennese atau wiener klassik dalam bahasa jerman. Hal tersebut terjadi karena banyak sekali composer yang berkarya di &lt;st1:city st="on"&gt;Vienna&lt;/st1:city&gt; dan membentuk &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Viennese&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;School&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;. Para composer-composer yang bekerja di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Vienna&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut antara lain adalah Wolfgang Amadeus Mozart, Joseph Haydn, Ludwig van Beethoven, dan Franz Schubert.&lt;br /&gt;Karakteristik musik dari era klasik adalah homophonic yang melodinya diatas iringan chord. Banyak sekali musik yang sangat indah dalam bentuk, proporsi, keseimbangan, moderasi, dan juga kontrolnya. Musik di era ini juga terkenal sangat indah dan elegan dengan ekspresi dan struktur musik yang dikerjakan dengan sangat sempurna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Bila dibandingkan dengan musik era baroque, musik era klasik lebih ringan, lebih mudah dan tidak membingungkan, serta mempunya tekstur yang jauh lebih jelas. Melodi yang dimainkan di era ini biasnaya lebih pendek dari era baroque. Ukuran dari orchestra sangat berkembang baik dalam kuantitas maupun kualitas. Lalu instrument harpsichord yang sudah tidak digunakan lagi dan digantikan oleh Piano. Pada era klasik ini, piano dimainkan dengan ditemani oleh Alberti bass dan semakin kaya dengan suara dan semakin kuat. Bentuk sonata juga sangat berkembang dan menjadi elemen utama dalam era musik klasik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Hal terbaik dari musik klasik adalah mereka menjadi elemen dasar dari semua musik di era selanjutnya. Bahkan ada ungkapan bahwa musik klasik tidak akan pernah mati. Contohnya Franz Schubert, Carl Maria von Weber, dan John Field yang hidup di era transisi dan menjadi generasi klasik romantik. Banyak sekali composer di era setelah era klasik yang masih belajar dari karya-karya Mozart dan Beethoven. Bahkan keagungan karya dari Beethoven dalam Moonlight Sonata telah menjadi contoh dan inspirasi dari ratusan karya lain setelahnya. Bahkan karya dari Mozart masih dimainkan dan dipelajari dalam harmoni dan orchestra musik seteleh 80 tahun kematian dia. Jatuhnya era musik klasik ditandai dengan jatuhnya generasi Vienna yang mulai ditinggalkan oleh composer ternama di masa itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Musik klasik yang telah beredar di pasaran selama ini sangat jarang diminati oleh kebanyakan orang. Hal ini sangat disayangkan karena sebenarnya musik klasik itu dapat mencerdaskan otak. Telah dibuktikan oleh ahli botani luar negeri yang menguji dua tanaman yang diberlakukan dengan cara yang berbeda. Tanaman pertama didekatkan dengan musik klasik,sedangkan tanaman kedua tanpa didekatkan musik klasik. Keanehan yang menonjolpun terjadi. Tanaman pertama mengalami pertumbuhan yang cepat,sedangkan tanaman kedua tidak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Birama musik ini tidak secepat musik barouqe. Sehingga di musik era klasik ini lahirlah komposer-komposer yang terkenal seperti yang telah di sebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:20;color:black;"  &gt;4. &lt;a href="http://www.warungmusik.net/ruang-kelas/35-sejarah-musik/117-musik-era-romantik"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;Musik Era Romantik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (1820 – 1900)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Musik era romantik dimulai pada tahun 1815 dan berakhir pada tahun 1910. Walaupun dinamakan era musik romantik, bukan berarti musik di era ini hanya berisi tentang cinta ataupun cinta yang romantik. Sebenarnya era musik tersebut dinamakan romantik karena dapat menggambarkan komposisi musik pada jangka waktu tersebut. Lalu kenapa disebut romantik? Sekali lagi romantik disini tidak ada hubungannya dengan cinta. Namun karya-karya dan komposisi musik yang lebih bergairah dan jauh lebih ekspresif daripada era-era sebelumnya. Pada contohnya, transisi indah dari gerakan ke 3 hingga gerakan ke 4 dari symphony Beethoven. Pada dasarnya, semua composer pada era romantik mempunyai cara baru yang jauh lebih menarik dari sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Era musik klasik sendiri ditandai dengan terciptanya symphony berjudul Eroica yang diciptakan oleh Ludwig Van Beethoven. Era ini merupakan transisi dari era musik klasik dan modern. Hal inilah yang menyebabkan jenis musik menjadi lebih sederhana dan lebih mudah. Contohnya, daripada memakai pivot chord, era musik klasik lebih banyak memakai pivot note. Composer seperti Beethoven dan Richard Wagner lebih suka memakai harmonic dan mengembangkan chord yang sebelumnya tidak dipakai atau juga chord yang diinovasi lebih. Contoh terbaik dari fungsi harmonic adalah Tristan und Isolde dimana Richard Wagner memakai chord temuannya, Tristan chord. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Era ini juga merupakan era opera. Nama Richard Wagner diakui dunia karena ciptaannya di bidang opera yang sering dimainkan. Lalu opera Carmen hasil karya bizet dari prancis dan juga opera verismo dari italia yang menggambarkan realitas, sejarah, dan dongeng melalui indahnya lantunan musik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Karakteristik utama dari musik romantik sendiri adalah kebebasan lebih dalam bentuk musik dan ekspresi emosi serta imaginasi dari composer. Lalu ukuran dari orchestra yang menjadi semakin besar dan bahkan bisa disebut raksasa dibandingkan sebelumnya. Hasil karya dari para composer juga menjadi semakin kaya akan variasi dari mulai lagu hingga karya pendek dengan piano dan diakhiri dengan ending yang sangat spektakuler dan dramatis pada puncaknya. Secara teknik, para pemain musik pada era ini juga mempunyai level sangat tinggi terutama dalam alat musik piano dan biola. Banyak sekali musisi yang dianggap sebagai seorang virtuoso dibidang musik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Paham nasionalisme juga mewarnai era musik romantik. Reaksi keras dari composer &lt;st1:country-region st="on"&gt;Russia&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Bohemia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, dan Norwegia yang sangat menentang dominasi Jerman. Conothnya adalah opera dari Mikhail Glinka yang mewakili &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Russia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Lalu juga ada Bedrich Smetana dan Antonin Dvorak yang menunjukkan nasionalisme mereka dengan menciptakan lagu rakyat Ceko. Masih ada Jean Sibelius yang menulis musik berdasarkan cerita Finlandia, Kalevala dan karya dari Sibelius ini menjadi symbol dari nasionalitas Finlandia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:20;color:black;"  &gt;5. Musik Era Modern (1910 – sekarag&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" style="'width:218.25pt;height:218.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Global.net\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image009.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;Musik modern dengan menggunakan musik Atonal dan Politonal telah jauh dari penggemar musik yang menyenangi musik konvensional, karena suara yang disonan dan irama yang tidak teratur membutuhkan konsentrasi dalam mendengar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Musik pada Zaman ini tidak mengakui adanay hukum-hukum dan peraturan-peraturan, karena kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, misalnya penemuan dibidang teknik seperti Film, Radio, dan Televisi. Pada masa ini orang ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas.&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;Komponis-komponis pada Zaman Modern :&lt;br /&gt;1. Claude Achille Debussy dari Prancis&lt;br /&gt;2. Bella Bartok dari Honggaria.&lt;br /&gt;3. Maurice Ravel dari Prancis.&lt;br /&gt;4. Igor Fedorovinsky dari Rusia&lt;br /&gt;5. Edward Benyamin Britten dari Inggris.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Banyak sekali jenis music yang berkembang pada abad 20. Contohnya adalah aliran ekspresionisme dari Schoenberg, neoclassical dari Igor Stravinsky, aliran futurism dari Luigi Russolo, Alexander Mossolov, Prokoliev, Antheil. Selain musik-musik tersebut, masih ada aliran microtonal dari Julian Carillo, Alois Haba, Harry Partch, dan Ben Johnston. Lalu masih ada aliran sosialis dari Prokofiev, Gliere, Kabalevsky, dan composer dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Russia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; lainnya. Selanjutnya, Steve Reich dan Philip Glass mengusung music dengan harmony yang simple dan ritme minimalis. Musik bersifat konkrit dari Pierre Schaeffer dan music intitusif seperti Karlheinz Stochausen. Terakhir, ada music serialisme dari Pierre Boulez, music politik dari Luigi Nono, dan music aleatoric dari john Cage. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Di sisi lain, music kontemporer mengagungkan kesederhanaan. Tokoh terkenal dari aliran kesederhanaan ini adalah Wolfgang Rihm. Karya-karya dari Rihm sangat dihargai di Jerman. Karya-karya dari composer lain yang cukup dihargai adalah symphony no. 3 yang berjudul Symphony of Sorrowful songs dari Gorecki dan juga Cantus in memoriam Benjamin Britten dari Part. Selain itu, masih ada karya berjudul The Veil of the &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;Temple&lt;/st1:placetype&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;dari&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt; Tavener dan juga Silent Songs dari Valentin Silvestrov.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Musik kontemporer/Modern bisa berasal dari segala tempat dan mempengaruhi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; music lain. Contohnya adalah gamelan dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, instrument tradisional dari Cina, dan juga ragas dari music klasik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Jenis music seperti rock, jazz, dan juga pop sangatlah berkembang pesat. Hal ini mencatatkan banyak pencipta music yang berkualitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pada era music kontemporer, banyak sekali festival music yang diselenggarakan untuk menghargai music. Sebut saja Ars Musica di Belgia, Bang on a Can marathon, Cabrillo Festival of Contemporary Music, Darmstadter Ferienkurse, dan Donaueschingen Festival. Selain itu, masih ada Gaudeamus Foundation music week di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Amsterdam&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, Huddersfield Contemporary Music Festival, Peninsula Arts Contemporary Music Festival, dan Warsaw Autumn di Polandia. Masih banyak lagi festival film yang skalanya lebih kecil yang tidak bisa disebutkan. Perkembangan music kontemporer sangatlah pesat dan masih tidak ada tanda-tanda akan berakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6031152544402979331-1884932310692976771?l=alfinnuriman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/feeds/1884932310692976771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/05/tugas-kesenian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/1884932310692976771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6031152544402979331/posts/default/1884932310692976771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfinnuriman.blogspot.com/2009/05/tugas-kesenian.html' title='Sejarah Musik Renaissance - Musik Modern'/><author><name>selamat datang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05927130015157424863</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
